Transit 9 jam di KLIA 2, ngapain aja?

World Map by Petronas Malaysia.

Ini merupakan tulisan perdanaku di blog ini. Kali ini aku ingin menceritakan pengalaman dan berbagi tips dari perjalanan perdanaku ke luar negeri sendirian. Malaysia menjadi negara tujuan pertamaku. Salah satu impianku di tahun 2018 ini akhirnya terkabul! Thank you Lord :)


10 Juni 2018 

Perjalanan dimulai dari Bandara Ahmad Yani Semarang dan akan berakhir di Bandara Kualanamu Medan dengan transit di Malaysia. Kok bisa??? Karena aku mendapatkan tiket pesawat Semarang - Medan yang transit di KLIA 2, Kuala Lumpur, Malaysia. Ku ingin berterima kasih sebesar - besarnya kepada Air Asia. Ini bukan promosi ya, readers. Tapi ini emang nyata. Air Asia menyediakan rute penerbangan domestik tapi transitnya di luar negeri. Tapi ini hanya untuk rute tertentu saja ya dan harus punya paspor ya. Cara ini bisa mewujudkan mimpi kalian yang ingin mencoba ke luar negeri dengan biaya hemat. "Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui." Ini merupakan peribahasa cocok untuk peristiwa ini. Pulang kampung eh sekalian bisa jalan - jalan ke luar negeri hehehe. Tapi menurut opini aku, Malaysia ingin meningkatkan pendapatan dari pariwisata maupun migrasinya. Makanya itu rute penerbangan ini ada. 


Lanjut. 



Berangkat pada pukul 09.55 WIB. Penerbangan pertama, Bandara Ahmad Yani Semarang menuju KLIA 2 selama 2 jam 5 menit. Perjalanan lancar, puji Tuhan. Sesampai disana, ku sungguh takjub dengan bandara ini. Sungguh luas bandaranya. Dan hal lain ingin ku apresiasi selanjutnya adalah tersedianya air mineral gratis dan tersedianya denah gedung bandara ini di tiap sudut bandara. Penerbangan internasional tidak memperbolehkan penumpang membawa cairan diatas 100ml. Oleh karena itu aku sungguh bersyukur bisa menemukan air mineral gratis di KLIA 2 sebelum keluar dari gate imigrasi. Oh iya, jangan takut tersesat walau bandara ini sungguh besar karena mereka menyediakan petunjuk yang sangat lengkap untuk para penumpang.


Denah Bandara KLIA 2 dan Informasi Penerbangan

Setelah turun dari pesawat, jangan lupa urus imigrasi ya di gate imigrasi. Oh iya, bagi kalian yang tidak mengerti membaca denahnya, cukup ikuti saja barisan penumpang di depan anda.

Urus imigrasi dulu.
Yeay dapat stempel!

Setelah dapat stempel imigrasi, akhirnya bisa keluar bandara dengan bebas jalan jalan keliling Kuala Lumpur. Tapi bagi kamu yang ingin keluar dari bandara dan memiliki jam transit yang kurang dari 5 jam sangat tidak disarankan untuk keluar berjalan - jalan keliling Kuala Lumpur. Resiko ketinggalan pesawatnya sangat besar. Sebenarnya melakukan short trip ini seperti berjudi dengan waktu. Taruhannya adalah tiket pesawatku hahaha. Pada akhirnya aku berhasil selamat dari ancaman ini walaupun aku punya 9 jam transit.

Oh iya, aku menitipkan bagasi di bandara. Letaknya ada di Level 2, Luggage Storage. Ada berbagai tarif yang dikenakan. Untuk koperku sendiri, aku memilih jasa penitipan koper dengan tarif RM29,70 (sekitar Rp103.000,00). Lumayan mahal, namun sangat membantuku menjadi lebih mudah. Alasan aku menitipkan bagasi karena bagasi yang aku miliki cukup besar dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke kota untuk jalan - jalan. Tapi menitipkan bagasi bukan hal yang wajib tergantung kemampuan kamu membawa bagasi untuk berjalan - jalan keliling KL. 

Jalan menuju pintu keluar bandara, kalian akan menemukan pusat informasi dan banyak sekali info dan jasa tentang perjalanan singkat untuk para penumpang transit. Jangan lupa ambil peta kota/negara dan airport guide di Pusat Informasi di Level 1. Ini penting readers soalnya banyak info yang belum dan perlu kita ketahui tentang negara tujuan wisata kita. Apalagi ini fasilitas ini GRATIS!. Wajib banget dimanfaatkan.

Contoh jasa perjalanan untuk para penumpang transit di salah satu sudut bandara KLIA 2.

Aku tidak dibayar untuk promosi ini. Tapi aku hanya ingin membantu travellers yang ingin melakukan perjalanan transit. Aku tidak mengambil jasa ini karena pasti akan dikenakan biaya. Aku tidak menyediakan biaya untuk itu. Karena aku hanyalah seorang mahasiswi yang masih dibiayai oleh orangtua dan biaya perjalanan ini adalah hasil sebagian dari tabunganku selama kuliah.

Lanjut.


Tujuan perjalananku pertama adalah KLCC atau Kuala Lumpur City Center dimana Menara Petronas berdiri. Ada banyak cara untuk ke KLCC karena didukungnya kemajuan transportasi di negara ini. Bisa menggunakan bus, kereta bandara, limo dan taksi rental mobil. Untuk kereta bandara atau KLIA Ekspres dari KLIA/KLIA 2 menuju KL Sentral dikenakan biaya RM55,00(sekitar Rp190.000,00) atau readers ingin beli tiket pulang pergi dengan harga yang lebih hemat yaitu RM100 (sekitar Rp350.000,00). KLIA Ekspres ini selalu ada tiap 15 - 20 menit sekali.atau...
menggunakan bus yang lebih hemat. Biaya perjalanan dari KLIA 2 menuju Hotel K.Lumpur atau bisa dengan tujuan KL Sentral dengan harga RM18,00 (sekitar Rp63.000) Kita bisa memesan tiket di Bus Counter di Level 1. Bus ini ada setiap 30 menit sekali. Perjalanan yang ditempuh selama 2 jam dan tergantung kondisi lalu lintas kota. 

Beli tiket bus dulu ya...

Bersyukurnya mendapat tiket terakhir bus dengan rute KLIA 2 menuju Hotel K. Lumpur karena diantar sampai KLCC. Tidak perlu trasit lagi menggunakan LRT di KL Sentral. Dan aku bisa menghemat uang sekaligus hehehe. Oh iya, perjalananku menggunakan bus yang diperkirakan 2 jam lebih karena biasanya terjadi macet, tapi aku bisa mencapai KLCC dengan waktu 1,5 jam saja. Ada sedikit macet yang ku temui, namun aku bersyukur bisa menghemat waktu.

 
Pemandangan di Berjaya Times Square selama di perjalanan menggunakan bus.




Akhirnya sampai juga di tujuan pertama!

Jangan dipandang terus modelnya, entar jatuh cinta.
Iyap, aku travelling sendirian. Ini dibantu foto sama pengunjung lain hehehe.
Gedung - gedung tinggi yang berdiri kokoh di sekitar Menara Petronas.

Setelah puas berswafoto ria, aku berencana melanjutkan perjalananku ke Dataran Merdeka. Tapi, ketika ku bertanya dengan Makcik dan Pakcik baik hati yang aku temui di halte bus di depan Menara Petronas. Mereka tidak menyarankan aku kesana karena waktu yang aku punya tidak cukup. Sebab ada banyak kemacetan yang bakal ditemui dan jaraknya dari KLCC lumayan jauh.Lalu, aku bertanya bila aku ke Little India apakah sempat? Makcik dan Pakcik menjawab sempat walau terkesan singkat dan mereka memberitahu caranya agar bisa kesana.Bisa menggunakan LRT, GOKL City Bus,maupun taksi.


GOKL ini adalah moda transportasi Malaysia yang GRATIS!
GOKL ini ada berbagai jenis dengan jalur yang berbeda di layar depan bus ini.
Purple Line = melewati kawasan wisata di KL
Green Line = melewati kawasan perbelanjaan terkenal di KL
Blue Line = melewati kawasan perkantoran
Red Line = melewati kawasan hotel untuk penginapan



Walau ada GOKL yang gratis, tapi aku memilih LRT untuk ke tujuan selanjutnya. Karena aku ingin coba moda transportasi yang lain. Stasiun LRT terdekat di KLCC ada dibawah gedung itu. Sesuai saran dari Makcik dan Pakcik yang kutemui itu mengatakan bila aku ingin ke Little India, aku harus ambil LRT di Stasiun KLCC dan turun di Stasiun Masjid Jamek. Harga tiket LRT dengan tujuan KLCC ke Masjid Jamek sebesar RM1,9 (sekitar Rp6.000,00). Aku menuruti apa kata mereka dan berangkat.

Mesin tiket LRT.

Tiket LRT yang sekali jalan. Unik banget bentuknya.
Suasana Stasiun LRT KLCC.
Tak perlu takut ketinggalan LRT atau takut menunggu lama sebab LRT selalu datang tiap 3/4 menit sekali. Cepat banget kan. Seandainya seluruh kota di Indonesia diterapin moda transportasi ini. Berkurang deh stress karena macet di jalanan. Hehehe. Selama di perjalanan menggunakan LRT, aku mendapat kendala. Seharusnya aku turun di Stasiun Masjid Jamek. Tapi, malah turun di Stasiun Pasar Seni. Sempet panik soalnya aku jalan santai gitu aja hingga tak sadar aku nunggu dengan santai di Stasiun MRT Pasar Seni. Seharusnya aku naik LRT bukan MRT hahaha. Tidak ada rute MRT Sungai Buloh - Kajang Line menuju Stasiun Jamek. Deg - degan banget karena nyasar ini. Lalu aku bertanya ke penumpang yang sedang nunggu MRT disitu dan menyuruh aku pindah ke stasiun LRT dibawah. Setelah aku menuruti perintah kakak itu, akhirnya aku sadar bahwa aku salah masuk jalur yang menuju ke atas. Hahaha. Aku mengikuti barisan keramaian yang keluar di LRT bersamaku dan aku terbawa ke Stasiun MRT ini.

Stasiun MRT Pasar Seni. Foto ini diambil waktu aku tidak sadar bahwa aku tersesat hahaha.
Untung saja bahwa aku tidak perlu membeli tiket LRT lagi walaupun aku tersesat. Karena kan belum keluar dari gate stasiun, jadi tidak perlu tiket LRT lagi. Akhirnya aku bisa naik LRT lagi menuju Stasiun Masjid Jamek. 

Suasana Stasiun LRT.
Suasana di dalam LRT. Selalu padat. Sudah beberapa kali naik LRT, tapi selalu mendapatkan kondisi yang selalu padat.

Akhirnya turun dari LRT dan keluar dari Stasiun Masjid Jamek. Di seberang stasiun aku melihat Masjid Jamek. Masjid Jamek ini merupakan masjid tertua di Kuala Lumpur dan memiliki peran penting dalam sejarah Malaysia. Aku pun menyempatkan diri mengunjunginya. Tapi sayang, ketika ke depan gerbang itu, aku dan pengunjung lain tidak diperbolehkan masuk karena ada ibadah di dalamnya jadi mengharuskan wisata Masjid Jamek untuk tutup di hari itu. Itu yang disampaikan si penjaga Masjid Jamek kepada kami. Walau begitu, aku masih punya kesempatan melihat dari kejauhan. 

Masjid Jamek dari kejauhan. Terdapat Sungai Klang dan Sungai Gombak di sekitarnya.
Setelah itu aku mencoba mengikuti keramaian LAGI. Bener deh sensasinya. Aku mengikuti barisan jalan keramaian dan akhirnya aku sampai di Little India Malaysia . Suasana disini bagaikan sedang di India. 

Suasana pasar Little India.
Keliling pasar sambil menawar harga dagangan mereka dengan logat Melayuku yang cukup fasih. Sedikit berbangga karena logat Melayu Medan dan Melayu Malaysia tidak jauh beda. Sambil keliling, jangan lupa coba jajanan di Malaysia hahaha. 

Ini namanya Karipap. Kalau di Indonesia, disebut Pastel.
Masih di Little India.
Bagi yang suka belanja dan suka budaya India, WAJIB kesini. Bagi readers yang suka budaya India, tempat ini bagaikan surga. Pasar ini didominasi oleh masyarakat etnis India. Banyak makanan yang bercitarasa karee dan pakaian saree disini.Seaindanya aku sempat mengabadikan lebih banyak foto cantik di pasar ini, Tapi bagi readers yang kepo lebih dalam mengenai Little India  bisa lihat sendiri di Google ^^.


Tak terasa sudah pukul 5 sore wilayah Malaysia. Aku harus balik segera ke KLIA 2. Walau aku masih punya waktu sebanyak 5 jam lagi untuk penerbanganku selanjutnya, tapi aku tidak mau mengulur waktu lagi karena  akan ketinggalan pesawat. Sebenernya aku bisa membeli tiket bus yang lebih murah untuk balik ke KLIA 2. Bila aku naik bus bandara lagi, aku akan menghadapi kemacetan kota dan pada saat itu sedang jam pulang kantor. Aku tidak mau beresiko ketinggalan pesawat dan juga aku sudah merasakan naik bus bandara. Aku pun memutuskan naik KLIA Ekspres (kereta bandara) untuk balik ke KLIA 2 walau harganya lumayan mahal. Bila aku ingin naik KLIA Ekspres, aku harus ke KL Sentral untuk membeli tiketnya disana.Buru - buru aku kembali ke Stasiun Masjid Jamek membeli tiket LRT tujuan KL Sentral dengan harga RM1,60 (sekitar Rp5.000,00). Setelah sampai di KL Sentral, aku mencari counter KLIA Ekspres. Sebenernya kereta bandara ada dua jenis. KLIA Transit dan KLIA Ekspres. Harga mereka juga sama yaitu RM55,00 (sekitar Rp190.000,00). Namun yang berbeda dari mereka berdua adalah, KLIA Ekspres tidak perlu berhenti di stasiun lainnya dan langsung menuju KLIA / KLIA 2. KLIA Ekspres tiba di stasiun setiap 15 menit sekali. Sedangkan KLIA Transit 20 menit atau lebih tiba di stasiun. Mencocokan dengan kasusku ini, aku pun memilih KLIA Ekspres untuk balik ke KLIA 2. 

Suasana di dalam KLIA Ekspres.

Kartu perjalanan KLIA Ekspres.
Perjalanan ditempuh selama 33 menit tanpa hambatan. Kondisi KLIA Ekspres yang aku naiki ini lumayan sepi. Walau sepi, semua penumpangnya adalah berwajah Kaukasoid gitu. Cuma aku yang wajah Mongoloid banget hehehe. Merasa bahagia banget aku hahaha.
Akhirnya aku bahagia banget bisa sampai kembali ke KLIA 2 sekitar jam 7 malam wilayah Malaysia. 

Sampai di bandara, aku melihat TV penunjuk  informasi penerbangan. Masih tersisa 3 jam lagi. Jadi aku menyempatkan diriku berjalan - jalan di mall yang ada di KLIA 2 ini. Pada paragraf bagian atas ceritaku ini, aku sempat menceritakan bahwa KLIA 2 ini sangat luas. Karena bandara ini menyatu dengan mall. Aku pun mengelilingi mall bandara sambil mencari makan malam. Sebab aku sudah kelaparan karena belum makan siang sejak tiba di Malaysia. Oh iya mall gateway KLIA 2 ini memiliki ratusan outlet - outlet ternama di dunia. Bagi kalian yang gila belanja, tempat ini bagaikan surga. Banyak brand terkenal luar negeri ada di mall gateway KLIA 2 ini dengan harga yang lebih murah dibanding di tanah air. Aku juga sudah membuktikannya. Mulai dari Vincci,Versace, Hush Puppies, Cuero Empire, Pandora dan puluhan outlet lainnya. Mall ini juga menyediakan toko oleh - oleh Malaysia. Berbagai jenis coklat ada banyak disini. Ada Beryl's Chocolate Kingdom dan puluhan toko coklat lainnya. Jadi tidak perlu takut tidak bisa membawa oleh - oleh balik untuk keluarga dan rekan di tanah air. Walau harganya lebih mahal di bandara, kalian bisa menanggulanginya dengan membeli di luar bandara dengan harga yang lebih murah. 

Oh iya, aku mau rekomendasi tempat makan khas Malaysia dengan harga terjangkau di dalam mall bandara ini dan rasa yang mantap. Nama tempatnya adalah Nyonya Colors. Ini juga tempat favorit para travellers yang juga transit di KLIA 2. Letaknya ada di Level 3 mall ini. Nyonya Colors selalu ramai pengunjung.Aku memesan Nasi Lemak Pandan Special dengan harga RM13,50 (sekitar Rp40.000,00). 

Nasi Lemak Pandan Special Nyonya Colors
Setelah mengenyangkan perut, aku pun kembali berjalan - jalan mengelilingi mall sambil menuju ke Luggage Storage tempat koperku titip. Setelah mengambil koper, nama penerbanganku pun dipanggil untuk melakukan check-in. 

Setelah melakukan check-in, aku menunggu penerbanganku bersama penumpang yang lain di gate Q7. Aku berkenalan dengan seorang kakak yang bekerja di suatu pabrik pembuatan mobil di Malaysia. Aku lupa menanyakan namanya. Tapi kami berbicara sangat akrab bagaikan teman yang sudah lama kenal. Kita tukar cerita, foto bareng dan juga ngemil bareng. Dia juga berikan aku oleh - oleh Malaysia. Dia bercerita tentang kehidupannya sebagai TKI di Malaysia selama 2,5 tahun terakhir. Ini merupakan perjalanan perdananya balik ke Indonesia sejak pertama kali dikirim 2,5 tahun yang lalu. Dia menceritakan pengalaman kerjanya di Malaysia, tentang upah yang ia dapatkan, tentang jodoh yang dia temukan di Malaysia, tentang biaya hidup sehari - hari di Malaysia dan banyak lagi. Akhirnya aku dan penumpang yang lain masuk ke pesawat kami yang akan membawa kami ke Medan, Indonesia.  Akhirnya aku meninggalkan jejak di Malaysia.

Di dalam pesawat, aku juga berkenalan dengan seorang bapak yang menjadi TKI di Malaysia. Dia bekerja sebagai buruh di suatu pabrik mesin di Malaysia. Dia bercerita bahwa dia harus jauh dari keluarganya yang ada di Indonesia demi mencari uang. Dia meninggalkan anaknya dan istrinya yang sangat ia banggakan di tanah air. Dia sudah tidak balik ke Indonesia selama 7 tahun. Setelah menabung cukup lama akhirnya ia bisa balik ke Indonesia dan ingin membuka toko di Jawa Timur namun sebelum itu ia harus menjemput istri dan anak - anaknya di Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Bapak ini menceritakan segala pengalamannya selama 10 tahun bekerja di Malaysia secara singkat dalam waktu 1 jam penerbangan dengan logat Jawanya. Si bapak bicara logat Jawa karena ia tahu aku kuliah di Jawa Tengah, makanya itu si bapak ngomong pakai logat Jawa ke aku hehehe. 

Fakta bahwa upah menjadi TKI di luar negeri lebih menjanjikan daripada upah yang didapatkan selama bekerja di tanah air. Lebih dari dua kali lipat. Oleh sebab itu banyak orang berlomba - lomba menjadi TKI di negara lain dibanding di negara sendiri. Karena faktor ini banyak lembaga pelatihan tenaga kerja illegal berdiri di Indonesia  untuk meraih untung sebesar - besarnya dari para calon TKI tanpa melatih mereka memiliki kompetensi kerja yang baik dan tanpa perlindungan hukum yang akurat selama bekerja di luar negeri. Maka karena itu kita sering mendengar kekerasan yang diterima TKI di negara mereka bekerja. Perlu perhatian lebih yang harus dilakukan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia untuk menangani kasus ini. Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi setelah ini. 

Lanjut.

Akhirnya kami mendarat di Bandara Kualanamu Deli Serdang pada pukul 22.15 WIB. Kami pun mengurus imigrasi kedatangan kami di Indonesia. Setelah itu kami baru bisa mengambil bagasi kami. Setelah itu aku berpisah dengan penumpang yang lain dan juga kedua teman baruku yang kudapat di Malaysia. 


Aku sudah menceritakan segala peristiwa yang ku alami selama perjalanan singkatku  ke Malaysia dan berbagai opini yang terlintas dalam pikiranku selama perjalanan singkat ini. Aku juga sudah berbagi cara yang aku lakukan pada perjalanan singkatku ini untuk kalian travellers yang akan melakukan perjalanan transit di KLIA 2. Semoga bermanfaat dan jika ada yang ingin kalian tanyakan lebih dalam lagi perihal perjalanan singaktku ini ke Malaysia, kamu dapat menghubungi melalui kontak yang tersedia pada bilah atas halaman blogku ini!


#arieldanjejak


Have a great day full of joy and love! 





Comments